Waktu demi waktu, berjalan…tak terasa dan setahun lebih saya memandu Bimbingan Perkuliahan Agama Islam II yang dipercayakan kepada saya untuk mengantarkan para mahasiswa Universitas Darussalam Ambon Kampus B. terutama di Fak. Ilmu Sosial (kempus Kebun Cengkih dan FKIP-Biologi) sebagian besar sudah berjalan dengan baik pada semester gasal 2010/2011 ini. Namun sungguh sebuah pekerjaan ‘berat’ rasanya jika di tengah kemajuan teknologi dan perkembangan perangkat teknologi informasi dan kominikasi terutama komputer dan Internet, tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para pengajar, baik dosen dan guru, termasuk saya.
Sedikit banyak, perlahan-lahan manfaat besarnya sudah sangat terasa, ketika harus memandu para mahasiswa untuk menyempatkan berkunjung pada blogsite yang saya bangun sendiri secara sederhana ini. Untuk sekedar berkunjung saja, sudah merupakan kebanggaan tersendiri, ini pula bisa berarti bahwa masih ada perhatian lebih dari mahasiswa bahwa masih ada para pengajar yang kreatif, dan tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual (baca IQ) semata dalam memandu perkuliahan di kampus. Apalagi niat tulus saya tidak sekedar menghadirkan perkuliahan agama Islam yang interaktif semata, akan tetapi lebih kepada mengarahkan pada pembentukan karakter Intelektual Islami yang kreatif dan mandiri.
Di samping penggunaan Blog sederhana ini, bahwa niat baik saya dalam penggunaannya nantinya tidak saja sebagai media informasi yang cukup meskipun terbilang standar dan sangat sederhana, namun harapan besar saya adalah menyajikan sebuah ‘inspirasi, motivasi dan stimulus’ baru bagi para pengajar lainnya (termasuk mahasiswa/peserta didik), bahwa banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan dunia Internet, (tidak negatif saja) kenapa tidak mencoba dan mulai berbenah diri dengan keilmuwan yang tidak biasa dan bersifat baru. Sementara waktu terbuang percuma dengan hal-hal yang tidak mendukung kapabilitas dan intelektual kita sebagai pendidik dan peserta didik.
Sebab masih jarang para pengajar (guru, Dosen dan mahasiwa di Maluku) yang mau meluangkan waktu, tenaga dan pikiran serta ‘dananya’ untuk memanfaatkan media yang satu ini, yakni ngenet untuk hal-hal yang inovatif. (baca:melek teknologi). yang ada adalah pengguna, penikmat, konsumen (konsumerisme). Alhasil banyak yang terjebak di dalamnya.
Sungguh segalanya kini sangat dipermudah, dengan komputer dan internet untuk mendukung perkuliahan berbasis teknologi saat ini, mulai dari materi, bahan., perangkat/alat, dan media serta sarana pendukung lainnya yang berpotensi mendongkrak kualitas pembelajaran, yang berujung pada menaikkan kualitas peserta didik. kenapa kita tidak memanfaatkannya?
Ambil contoh yang berkaitan dengan pengajaran yang dilakukan dengan perkuliahan agama Islam yang di sajikan ini, dimana selama ini perkuliahan Agama Islam selalu terkesan monoton, klasik, dan membosankan, atmosfir yang sama terasa hampir di seluruh tinggi.
Alhamdulillah dengan kemauan, jalan, sarana, didukung ‘sisa-sisa’ semangat yang tinggi kini stigma negatif itu berangsur-angsur sirna. meski tidak mudah melalui, ditengah pesimistis sebagian pengajar/dosen, bahwa hal ini aneh, dan buang-buang waktu, alias percuma dan sebagainya…
Saat ini apresiasi yang tinggi, dari mahasiswa dan peserta didik yang berbanding lurus dengan rata-rata pengetahuan mereka tentang internet dan komputer, menjadikan hidangan Perkuliahan Agama Islam dapat disajikan dengan selera terkini. liahat saja sedikit dari beberapa terobosan itu misalnya;
Dibangunnya Blog sesederhana ini (sejak tahun 2008), pemanfaatan mail dan pengiriman tugas2 mahasiswa bisa dengan cepat dan awet jika terkirim lewat internet dan tidak berakhir di keranjang sampah jika dimasukkan melalui makalah kertas yg bertumpuk-tumpuk. Toh biasanya juga jarang juga dibaca oleh para dosen. Dengan sedikit bimbingan penulisan, makalah mahasiswa tadi bisa lagi ditampilakn dalam blog kumpulan makalah yg bisa dishare kepada yg laen dan dikomentari oleh seluruh pengunjung termasuk masyarakat umum. Dan akan ketahuan jika makalah itu asli atau palsu.
Hasil penilaian proses ketika pengiriman tugas/makalah/quiz, jika sudah dimasukan pada waktu yang ditentukan akan diumumkan secara terbuka kepada mahasiswa melalui blog, dan mereka langsung tahu bahwa seberapa besarnya penghargaan diberikan. jika puas dan tidak puas bisa didiskusikan melalui obrolan, foum diskusi, chatting, sms apalagi telpon.
Bagi para Pengajar Dosen/Guru, sudah sangat diringankan dengan tersedianya literatur dan referensi yang kaya, jika materi Agama Islam atau materi keislaman, maka dibantu dengan kumpulan kitab-kitab yang disediakan dalam bentuk file yang terintegrasi dalam komputer jinjing (laptop), siap dikaji dan dibahas setiap saat. ambil contoh Maktabah Syamillah, sampai software mini Salafi DB, atau web hadith. Apalagi saat ini dukungan pengetikan Arabic sudah sangat diakomodir pada setiap jenis komputer.
Belum lagi, jika selalu terhubung dengan Internet yang saat ini sudah sangat mudah dan murah, sehingga referensi dan literatur perkuliahan sangat lengkap, tinggal bagaimana kita mengelolanya, sebagai alat bantu pembelajaran. meski sebaiknya faktor pengajarnya yang harus lebih dominan dalam segi kualitas dan profesionalnya, tidak semata mengandalkan internet dalam segala hal.
Kisah terakhir yang sangat membantu saya adalah, Pengembangan Media Kuis Interaktif Berbasis Wondershare Quiz Creator untuk Ujian Akhir mata kuliah Agama Islam.(tema yang saat ini menjadi bahan penelitian on going)
Pengembangan aplikasi yang outputnya yang didukung oleh adobe flash player ini sangat memudahkan saya sebagai pengajar dalam melakukan setiap evaluasi perkuliahan di akhir setiap materi. Dan menggantikan jenis evaluasi yang kalsik yakni paper and pen test.
Setelah beberapa kali diujicobakan pada Mahasiswa Prodi PGSD dan beberapa jurusan di FKIP Unpatti, dengan metode yang sama, kini saya akan lakukan juga pada mahasiswa Unidar Ambon Kampus B. Ujian Akhir Semester 2010-2011 pun Alhamdulillah berjalan lancar, dengan menggunakan lab komputer Kampuas B Unidar di Wara. Ujian Akhir Semester (UAS) dengan memandu 9 Kelas, berjalan sangat lancar. Bayangkan jika saya harus melakukan evaluasi dengan evaluasi papar and pen atau ujian tulis. Berapa waktu yang saya habiskan untuk memeriksa hasil evaluasi itu? sementara dengan metode Ujian dengan wondershare quiz via Komputer langsung bisa diketahui hasilnya dan transparan, tidak ada yg ditutupi. dan mahasiswa juga merasa fair dengan penilaian sang dosen…
Berikuti ini saya akan coba bagikan aplikasi tersebut kepada para pengajar (Dosen/Guru dan Mahasiswa yang ingin mengembangkan lebih jauh dan memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.
silahkan liat panduannya dan contoh quiz pada blog. http://www.pembelajaranislami.wordpress.com
Selamat mencobanya…










Alhamdulillah…..ada juga yang nyangkut di account ini….
duhai makhluk Tuhan yang paling sempurna…
terima kasih masukannya….meski kata-kata dalam blog saya ini agak ‘menggoda’ atau istilahkan terlalu melankolins bagi pembaca, membuktikan bahwa kita bukan makhluk yang sempurna….mungkin termasuk saya….
tapi jika anda pahami bahwa blog ini bukan website resmi, milik kampus Unidar Ambon.
blog ini adalah blog pirbadi yang bertujuan hanya mendukung perkuliahan saya dengan mahasiswa dalam bimbingan saya….jadi bahasanya ya agak sok akrab gitu….
tapi tak usah kecewa lah….saya paham anda baru belajar memahami bahasa ini, yang sebelumnya jauh dari hal-hal yang lunak, sebab diakui atau tidak diakui, ego centrum yang melekat pada kebanyakan putra Maluku akan seperti ini…
jadi, selamat belajar untuk memahami hal-hal yang mungkin akan sangat berbeda dari cara pandang kita pribadi…
dan itu sunnatullah…..
Oleh: islamicstudiesunidar on 8 Mei 2011
at 17:01
salam.
keren pak.
kekurangan mahasiswa muslim adalah sains dan tenologi. biasanya pengen instan dan tinggal pakai.
terobosan yang bapak lakukan saya apresiasi.
saya alumni pesantren, s1 pendidikan islam. saya ngeblog/ngenet dan sekarang lagi ngoprek linux sabily otodidak semua.
semangat terus pak
salam dari jawa Barat
Oleh: arhsa on 29 Mei 2011
at 04:07
sayangnya banyak yg jarang memahami ini….
Oleh: islamicstudiesunidar on 30 Mei 2011
at 07:37